SEKILAS TENTANG ADENIUM

SEKILAS TENTANG ADENIUM

 

Artikel tentang adenium bisa didapat dengan mudah dari berbagai sumber khususnya buku-buku tentang adenium yang bisa didapat dari toko-toko buku atau bisa dicari di internet. Disini kami akan coba berikan penjelasan secara singkat.

Julukan bagi adenium bermacam-macam di berbagai negara, ada yang menyebut Mawar Gurun, ada pula yang menyebut Pohon Keberuntungan. Adenium di Indonesia dikenal dengan nama Kamboja Jepang. Inipun terkadang rancu dengan Kamboja Bali (Plumeria). Perbedaan yang mencolok antara Adenium dengan Plumeria adalah bentuk batang dimana adenium memiliki bonggol. Sedangkan plumeria tidak memiliki bonggol dan plumeria bisa tumbuh tinggi besar menyerupai pohon kamboja yg sering tumbuh di pemakaman. Sedangkan Adenium umumnya berbentuk menyerupai bonsai.

Secara umum penggolongan adenium terbagi atas beberapa jenis, antara lain Obesum, Arabicum, Somalense dan Socotranum. Obesum sendiri terbagi dalam beberapa jenis seperti Swazykum, multiflorum, dll. Arabicum : Lob Bu Ri, Yaman, RCN, Black Giant, dll. Somalense terdiri dari beberapa varian. Sicotranum original sangat jarang keberadaannya. Yang banyak adalah jenis hybrid socotranum yg dikenal dengan Thaisocotranum(thaisoco) dg jenis varian antara lain Golden Crown, Kao Hin Zon, Petch Ban Na, Diamond Crown, dll. Ada pula hasil penyimpangan genetik dengan form/bentuk unik seperti DHA, mini compacta, kristata, cabang seribu, variegata, daun plastic, dll.

Namun istilah yang sering dikenal di kalangan pedagang dan komunitas adenium secara umum adenium terbagi dalam 2 golongan yaitu jenis bunga dan jenis karakter. Jenis Obesum sering disebut adenium jenis bunga karena dikenal dengan aneka ragam warna/corak bunganya. Sedangkan jenis karakter adalah jenis yang bunganya pink/merah biasa tetapi dengan aneka ragam karakternya seperti Somalense, Arabicum dan Thaisoco. Jenis karakter banyak ditampilkan dalam berbagai ajang kontes adenium.

Secara umum pengembangbiakan adenium ada 2 cara, yaitu generative (dari pemyemaian biji) dan vegetative (okulasi/grafting dan stek/cutting). Untuk mendapatkan karakter warna dan corak bunga yang persis sama dengan induknya maka dilakukan dengan cara grafting/okulasi. Batang/entres jenis bunga yang dikehendaki disambungkan ke jenis obesum dg bunga biasa (sebagai batang bawah). Jika proses penyambungan berhasil, maka hasilnya 100% warna/corak bunga akan sama dg batang atas. Sedangkan jika disemai dari biji hasil okulasi maka sebagian besar warna/corak bunga akan berbeda dengan induknya. Berbeda disini bisa lebih indah bisa juga tidak. Demikian juga untuk biji dari indukan bunga tumpuk nantinya tidak semua jadi bunga tumpuk. 

Untuk Jenis arabicum/somalense/thaisoco umumnya dikembakbiakkan dg cara penyemaian biji dan stek/cutting, karena memang yang difokuskan disini bukan warna bunganya melainkan bentuk/form batang maupun cabangnya. Sama halnya dengan hukum genetika, maka karakter dari anakan (dari persemaian biji) tidak bisa 100% sama dengan induknya. Tetapi biasanya semakin tua indukannya maka prosentasi anakan yang menyerupai indukannya akan lebih besar.

Perawatan tanaman adenium sendiri secara umum relative mudah. Adenium menyukai kondisi panas karena asal usulnya memang dari daerah sekitar Afrika Utara/Jazirah Arab. Media tanamnya juga dibuat porous sehingga tidak menimbulkan genangan air. Adenium menyukai panas maupun air. Yang tidak disukai adalah genangan air. Pohon adenium dewasa semakin banyak kena panas matahari akan semakin sehat dan akan semakin rajin berbunga.

Published by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERBAIK

TERLENGKAP

TERPERCAYA

0813 8413 0530